PERSAHABATAN DI PARIS
Maudy merupakan mahasiswi jurusan Geometri di Universitas Bimantara. Dia merupakan mahasiswi yang banyak mendapatkan prestasi .Dia juga mempunyai banyak teman , diantaranya Dio dan Dani . Dio dan Dani merupakan mahasiswa jurusan hukum di Universitas Oxford ,Di Indonesia, Dio mempunyai teman yang bernama Hean . Hean merupakan satu - satunya sahabat Ferly yang memakai hijab.
Pagi itu , matahari mulai mengintip di ufuk. Maudy bergegas meninggalkan rumahnya dan segera pergi ke sebuah taman di kota Paris .Terlihat banyak bunga - bunga yang mulai mekar. Dia duduk di sebuah bangku berwarna merah . Hembusan angin menerpa hijab yang ia pakai. Tak lama kemudian, ada seorang laki-laki yang menghampirinya .Lalu, laki-laki itu menyapa Maudy "Assalamu'alaikum",sapa laiki-laki itu. "Wa'alaikumsalam",jawab Maudy sambil melontarkan senyum tipis di bibirnya . "Namamu siapa?Kamu berasal dari mana?" tanya laki-laki itu dengan bahasa Inggris . "Saya Maudy , saya bersal dari Indonesia.Kalau kamu?". "Perkenalkan nama saya Dio , dan saya juga berasal dari Indonesia.Di sini saya sedang kuliah ." ,Jawab Dio. "O...lalu kamu mengambil jurusan apa ?",tanya Maudy."Saya di sini mengambil jurusan Hukum Universitas Oxford .Kalau kamu sendiri ?". "Saya mahasiswi jurusan Geometri di Universitas Bimantara."
Percakapan mereka terus berlanjut .Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 . Mereka bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing. Mereka berdua meninggalkan taman dan saling melontarkan senyuman.
Maudy mulai melangkahkan kaki memasuki rumahnya yang sederhana dengan cat putih dan berlantai satu. Dia bergegas mengambil air wudhu . Terasa air yang segar membasahi wajahnya . Dengan wajah berseri - seri ia bergegas melaksanakan sholat Dzuhur dengan khusyuk .
Tak jauh berbeda dengan Dio dan Dani . Kedua sahabat itu melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah di sebuah mushola kecil yang tak jauh dari rumah mereka . Setelah sholat Dio menceritakan tentang teman barunya yang bernama Maudy kepada Dani .Lalu, mereka segera pulang ke rumah . Mereka mengendarai mobil sport milik Dani . Kehidupan Dio dan Dani bagaikan bumi dan langit yang jauh berbeda . Dani merupakan anak dari pemilik Universitas yang ternama di Indonesia. Sedangkan Dio hanyalah anak dari pemilik toko kecil yang berada di kampung halamannya. Dio berkuliah di Paris karena ia di kuliahkan oleh negara .
Berpisah dari kehidupan Dio dan Dani, Maudy yang merupakan mahasiswi . Dia bergegas berangkat kuliah dengan berjalan kaki . Dio melangkahkan kakinya dengan penuh kepercayaan. Angin sepoi - sepoi menerpa jilbab yang dipakainya . Dia melewati perumahan penduduk . Terlihat seorang pria tua yang sedang duduk sendiri di teras rumahnya ."Permisi ya pak, saya mau lewat." Sapa Maudy dengan sopan sambil melontarkan senyum manisnya. Pria tua itu membalas dengan menganggukkan kepala sambil tersenyum .
Liburan semester satu pun tiba.Ferly mengajak temannya Hean untuk sekedar refresing dan Hean sudah berangkat ke Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta . Dia berangkat mengendarai mobil sport. Sebelum ke bandara ia terlebih dahulu menjemput Hean. Hean pun sudah berdandan dengan rapi . Hean memakai baju muslimah yang indah dan memakai jilbab. Setelah sampai di bandara Ferly dan Hean pun check in . Mereka tinggal menunggu kapan mereka akan take off. Pukul 08.00 , Ferly dan Hean pun masuk ke dalam pesawat dan mencari nomor tempat duduk mereka. Pukul 08.15 , pesawat yang mereka tumpangi lepas landas dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju kota Paris. Di dalam pesawat Ferly dan Hean memesan makanan akhirnya ada seorang pramugari berparas cantik , berpakaian rapi mengantar makanan mereka . Tiba - tiba " Tarr...." makanan itu jatuh mengenai pakaian Ferly . Ferly terlihat kesal . "Aduh .....gara - gara kamu bajuku yang mahal jadi kotor ! "ujar Ferly sambil meninggikan suaranya. " Hmm....maafkan aku Ferly ,aku tidak sengaja. Aku akan membersihkannya" jawab Hean dengan nada rendah.
Tak terasa mereka sudah sampai di bandara dan segera menuju ke hotel berbintang lima. Kamar yang mereka pesan cukup mewah. Dengan AC yang dingin , ruangan yang luas dengan tembok bercat silver. Tak lama kemudian mereka tertidur lelap. Matahari mulai menunjukkan sinarnya . Maudy bergegas bersiap - siap karena dia ada janji dengan Dio dan Dani . Maudy melangkahkan kakinya ditemani suara burung berkicauan . Terlihat sudah ada Dio dan Dani yang menunggu di taman kota . Maudy menghampiri mereka berdua . Ketika sahabat itu bercanda tawa sambil sesekali melihat pemandangan di taman kota . Tak disangka - sangka Ferly dan Hean juga sedang berkunjung ke taman kota tanpa disengaja Ferly melihat Dio , Dani , dan Maudy semdang bercanda tawa . Ferly hanya diam terpaku. Melihat saudaranya bergaul dengan orang miskin . Terlintas dibenak Ferly untuk memata matai mereka . Dengan memanfaatkan Hean , Ferly pun menyuruh Hean untuk memata - matai segala aktivitas Maudy . Lambat laun Dani curiga dengan perilaku Hean yang selalu mengikuti gerak - gerik Maudy . Dani menceritakan kecurigaannya itu kepada Dio dan Maudy .Dio dan Maudy pun berfikir kenapa kok bisa Hean memata - matai kita "Apa karena Hean disuruh Ferly, Ferly kan nggak suka kalau aku dekat dengan wanita yang tidak dia kenal dan dari kalangan sederhana" pikir Dio. "Ya sudahlah kita bahas besok saja" ujar Maudy. "Ya" jawab Dio dan Dani .
Dalam perjalanan pun Maudy melihat seorang pengemis yang kelaparan . Kebetulan ia sedang membawa sebungkus makanan tanpa pikir panjang Maudy pun memberikannya kepada pengemis itu.Keesokan harinya , Dio dan Dani yang sudah terlihat rapi dengan pakaian yang mereka kenakan . Berbeda dengan Dio , Dani memakai baju dengan merk terkenal. Dengan wajah bersemangat Dio dan Dani bergegas menuju rumah Maudy dengan mengendarai motor vespa milik Dio . Asap dari motor terlihat mengepul di udara . Sesampainya di rumah Maudy, terlihat Maudy yang sedang membaca buku pelajaran di teras rumah . Setelah mengetahui bahwa Dio dan Dani sudah sampai di rumahnya , ia langsung bergegas menuju kamar untuk untuk ganti baju . Sambil menunggu Maudy , Dio dan Dani membaca buku pelajaran milik Maudy dengan sangat teliti . Maudy pun sudah selesai berganti baju lalu Dio pun bergegas mengajak Dani dan Maudy pergi ke Menara Eiffel , Dani pun usul "Bagaimana kalau kita pergi ke hotel Ferly dan Hean saja ". " Ya ide yang bagus ", jawab Dio dan Maudy.
Mereka bergegas menuju hoteltempat Ferly dan Hean tinggal . "Tok...tok..tok...", Bunyi pintu kamar Ferly dan Hean. Ferly bergegas membuka pintu , Ferly tampak kaget dengan kedatangan Maudy, Dio , dan Dani . "A...a.....ada apa ?" Tanya Ferly dengan terbata - bata . "Hmmm...kami ingin menjelaskan semua yang terjadi .Tetapi tidak disini, lebih baik kita ke Menara Eiffel saja",Ujar Maudy. " Baiklah ", Jawab Ferly dengan singkat.
Akhirnya mereka berlima sampai di Menara Eiffel . Maudy memulai pembicaraan ," Ferly , aku ingin menjelaskan semuanya. Aku hanyalah teman Dio yang sama - sama kuliah di sini .Aku senang berteman dengannya, karena Dio dan Dani satu - satunya temanku dari Indonesia . Aku pertama kali bertemu Dio dan Dani di taman kota. Lama kelamaan aku merasa nyaman berteman dengannya . Kami pun memutuskan untuk jadi sahabat." , Jelas Maudy.
"Maafkan aku ,ya, Maudy . Apakah aku bisa menjadi sahabat kalian ?" , Ujar Ferly yang tampak sedih . "Tentu saja . Kami senang mendapat teman baru. " , Jawab Maudy , Dio , dan Dani . Akhirnya mereka berlima menjadi sahabat dan berpelukan sambil meneteskan air mata kebahagiaan .
Liburan semester satu pun tiba.Ferly mengajak temannya Hean untuk sekedar refresing dan Hean sudah berangkat ke Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta . Dia berangkat mengendarai mobil sport. Sebelum ke bandara ia terlebih dahulu menjemput Hean. Hean pun sudah berdandan dengan rapi . Hean memakai baju muslimah yang indah dan memakai jilbab. Setelah sampai di bandara Ferly dan Hean pun check in . Mereka tinggal menunggu kapan mereka akan take off. Pukul 08.00 , Ferly dan Hean pun masuk ke dalam pesawat dan mencari nomor tempat duduk mereka. Pukul 08.15 , pesawat yang mereka tumpangi lepas landas dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju kota Paris. Di dalam pesawat Ferly dan Hean memesan makanan akhirnya ada seorang pramugari berparas cantik , berpakaian rapi mengantar makanan mereka . Tiba - tiba " Tarr...." makanan itu jatuh mengenai pakaian Ferly . Ferly terlihat kesal . "Aduh .....gara - gara kamu bajuku yang mahal jadi kotor ! "ujar Ferly sambil meninggikan suaranya. " Hmm....maafkan aku Ferly ,aku tidak sengaja. Aku akan membersihkannya" jawab Hean dengan nada rendah.
Tak terasa mereka sudah sampai di bandara dan segera menuju ke hotel berbintang lima. Kamar yang mereka pesan cukup mewah. Dengan AC yang dingin , ruangan yang luas dengan tembok bercat silver. Tak lama kemudian mereka tertidur lelap. Matahari mulai menunjukkan sinarnya . Maudy bergegas bersiap - siap karena dia ada janji dengan Dio dan Dani . Maudy melangkahkan kakinya ditemani suara burung berkicauan . Terlihat sudah ada Dio dan Dani yang menunggu di taman kota . Maudy menghampiri mereka berdua . Ketika sahabat itu bercanda tawa sambil sesekali melihat pemandangan di taman kota . Tak disangka - sangka Ferly dan Hean juga sedang berkunjung ke taman kota tanpa disengaja Ferly melihat Dio , Dani , dan Maudy semdang bercanda tawa . Ferly hanya diam terpaku. Melihat saudaranya bergaul dengan orang miskin . Terlintas dibenak Ferly untuk memata matai mereka . Dengan memanfaatkan Hean , Ferly pun menyuruh Hean untuk memata - matai segala aktivitas Maudy . Lambat laun Dani curiga dengan perilaku Hean yang selalu mengikuti gerak - gerik Maudy . Dani menceritakan kecurigaannya itu kepada Dio dan Maudy .Dio dan Maudy pun berfikir kenapa kok bisa Hean memata - matai kita "Apa karena Hean disuruh Ferly, Ferly kan nggak suka kalau aku dekat dengan wanita yang tidak dia kenal dan dari kalangan sederhana" pikir Dio. "Ya sudahlah kita bahas besok saja" ujar Maudy. "Ya" jawab Dio dan Dani .
Dalam perjalanan pun Maudy melihat seorang pengemis yang kelaparan . Kebetulan ia sedang membawa sebungkus makanan tanpa pikir panjang Maudy pun memberikannya kepada pengemis itu.Keesokan harinya , Dio dan Dani yang sudah terlihat rapi dengan pakaian yang mereka kenakan . Berbeda dengan Dio , Dani memakai baju dengan merk terkenal. Dengan wajah bersemangat Dio dan Dani bergegas menuju rumah Maudy dengan mengendarai motor vespa milik Dio . Asap dari motor terlihat mengepul di udara . Sesampainya di rumah Maudy, terlihat Maudy yang sedang membaca buku pelajaran di teras rumah . Setelah mengetahui bahwa Dio dan Dani sudah sampai di rumahnya , ia langsung bergegas menuju kamar untuk untuk ganti baju . Sambil menunggu Maudy , Dio dan Dani membaca buku pelajaran milik Maudy dengan sangat teliti . Maudy pun sudah selesai berganti baju lalu Dio pun bergegas mengajak Dani dan Maudy pergi ke Menara Eiffel , Dani pun usul "Bagaimana kalau kita pergi ke hotel Ferly dan Hean saja ". " Ya ide yang bagus ", jawab Dio dan Maudy.
Mereka bergegas menuju hoteltempat Ferly dan Hean tinggal . "Tok...tok..tok...", Bunyi pintu kamar Ferly dan Hean. Ferly bergegas membuka pintu , Ferly tampak kaget dengan kedatangan Maudy, Dio , dan Dani . "A...a.....ada apa ?" Tanya Ferly dengan terbata - bata . "Hmmm...kami ingin menjelaskan semua yang terjadi .Tetapi tidak disini, lebih baik kita ke Menara Eiffel saja",Ujar Maudy. " Baiklah ", Jawab Ferly dengan singkat.
Akhirnya mereka berlima sampai di Menara Eiffel . Maudy memulai pembicaraan ," Ferly , aku ingin menjelaskan semuanya. Aku hanyalah teman Dio yang sama - sama kuliah di sini .Aku senang berteman dengannya, karena Dio dan Dani satu - satunya temanku dari Indonesia . Aku pertama kali bertemu Dio dan Dani di taman kota. Lama kelamaan aku merasa nyaman berteman dengannya . Kami pun memutuskan untuk jadi sahabat." , Jelas Maudy.
"Maafkan aku ,ya, Maudy . Apakah aku bisa menjadi sahabat kalian ?" , Ujar Ferly yang tampak sedih . "Tentu saja . Kami senang mendapat teman baru. " , Jawab Maudy , Dio , dan Dani . Akhirnya mereka berlima menjadi sahabat dan berpelukan sambil meneteskan air mata kebahagiaan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar